Berita

Akademi Jakarta kembali menyelenggarakan Penghargaan Akademi Jakarta sebagai bentuk apresiasi kepada para tokoh dan komunitas yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, kebudayaan, dan keadilan sosial. 

×

Akademi Jakarta kembali menyelenggarakan Penghargaan Akademi Jakarta sebagai bentuk apresiasi kepada para tokoh dan komunitas yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, kebudayaan, dan keadilan sosial. 

Share this article

Akademi Jakarta kembali menyelenggarakan Penghargaan Akademi Jakarta sebagai bentuk apresiasi kepada para tokoh dan komunitas yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, kebudayaan, dan keadilan sosial. Acara berlangsung di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Senin, 13 Oktober 2025.

Tahun ini, penghargaan diberikan kepada Martin Aleida dan Komunitas Mama-Mama Masyarakat Adat Marind Anim, Papua Bagian Selatan. Keduanya dinilai telah memberikan kontribusi penting dalam memperkuat kebudayaan Indonesia melalui perjuangan literasi, memori kolektif, serta pelestarian nilai-nilai keadilan budaya dan ekologis.

 

Sastrawan Martin Aleida menerima Penghargaan Kebudayaan atas dedikasinya dalam merekam dan menuliskan kembali peristiwa sejarah bangsa, khususnya tragedi 1965. Karya-karyanya yang merefleksikan pengalaman sosial dan politik Indonesia menjadi bagian dari memori kolektif nasional. Melalui tulisan-tulisannya, Aleida tidak hanya menghadirkan narasi yang perlu dikenang, tetapi juga menjadi bentuk perlawanan terhadap kebenaran tunggal yang dilegitimasi negara.

 

Sementara itu, Komunitas Mama-Mama Marind Anim, yang merupakan bagian dari masyarakat adat terbesar di Papua bagian Selatan, menerima Penghargaan Akademi Jakarta 2025 atas perjuangan mereka mempertahankan ketahanan pangan asali, keadilan budaya, dan keadilan ekologis di tengah tekanan dan ancaman yang mereka hadapi. Komunitas ini menjadi simbol keteguhan dalam menjaga relasi harmonis antara manusia, alam, dan budaya.

 

Kepada para penerima penghargaan diberikan tanda jasa berupa piagam, natura, dan patung karya seniman Dolorosa Sinaga, yang sejak tahun 2021 menjadi simbol penghargaan ini. Patung tersebut menggambarkan sosok dengan tangan kanan menunjuk ke langit dan tangan kiri menunjuk ke bumi melambangkan hubungan manusia dengan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *