Labinak: Bukan Sekadar Film Horor, Tapi Kritik Sosial Berdarah yang Menggigit
Admin – Jawapers.com
Redaksi, Agustus 2025
Jawapers.com, JAKARTA, — Labinak: Mereka Ada di Sini lebih dari sekadar film horor biasa yang menampilkan kengerian dan darah. Disutradarai Azhar Kinoi Lubis dan diproduksi oleh Anami Films, Labinak mengangkat kisah sekte Bhairawa yang menjalankan ritual kanibalisme demi meraih keabadian. Namun, di balik atmosfer seram itu, film ini menyimpan kritik sosial tajam tentang ketimpangan dan keserakahan yang menggerogoti masyarakat modern.
“Saya ingin membuat horor yang bukan hanya menakutkan secara visual, tapi juga menggugah pemikiran. Labinak menyajikan sosok-sosok hantu yang unik, mulai dari pocong ‘malu’ hingga potongan tubuh yang menjadi simbol kerakusan manusia. Kami memadukan koreografi gerak dengan mantra sakral, sehingga suasana ritual terasa sakral sekaligus menakutkan,” jelas Azhar Kinoi Lubis, sutradara film.
Disisi lain, Produser Dilip Chugani menambahkan, “Film ini membawa pesan penting yang ingin kami sampaikan: bagaimana keserakahan dan eksploitasi terus memperlebar jurang ketimpangan sosial. Labinak adalah refleksi nyata tentang realita sosial yang seringkali tersembunyi di balik tirai kemewahan dan janji-janji manis.”
Dalam film ini, Raihaanun berperan sebagai Najwa, guru honorer yang hidup dalam keterbatasan bersama anaknya, Yanti (Nayla Purnama). Ia mengaku peran ini memberinya tantangan besar secara emosional dan fisik.
“Najwa adalah sosok perempuan yang berjuang keras untuk keluarganya, meskipun hidupnya penuh ketidakpastian dan ketakutan. Dia seorang guru fisika yang percaya pada logika, tapi harus menghadapi hal-hal yang tidak masuk akal dan mengerikan. Saya belajar banyak tentang pengorbanan dan kekuatan seorang ibu dari karakter ini,” kata Raihaanun.
Raihaanun juga menceritakan bagaimana ia harus mengubah penampilannya dengan menghitamkan rambut dan berhadapan langsung dengan adegan yang melibatkan properti menyeramkan, seperti potongan tubuh palsu yang digunakan dalam ritual kanibalisme.
“Awalnya saya merasa takut dan jijik, terutama karena harus berinteraksi dengan properti yang sangat realistis. Namun, lama-kelamaan saya bisa menyesuaikan diri dan fokus pada emosi karakter,” ujarnya.
Cerita Labinak berpusat pada perjuangan Najwa dan Yanti yang berusaha mencari kehidupan lebih baik, namun terjebak dalam jebakan kejam sebuah sekte kanibal. Lucius (Arifin Putra), pemilik yayasan yang menawarkan harapan itu, ternyata menyimpan niat gelap.
“Film ini bukan hanya menakutkan secara visual, tapi juga mengajak penonton untuk melihat kenyataan sosial yang sering tersembunyi di balik kemewahan dan janji-janji manis,” tambah produser Dilip Chugani.
Labinak: Mereka Ada di Sini akan tayang di bioskop mulai 21 Agustus 2025. Ikuti informasi terbaru di akun Instagram resmi @anamifilmsofficial. ***











