Jakarta | Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Otto Hasibuan, menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan profesionalisme di kalangan advokat dalam acara halal bihalal Peradi yang digelar di Hotel Novotel Pulomas, Selasa (7/4).
Dalam sambutannya, Otto menyampaikan bahwa momentum Idulfitri harus dimaknai sebagai ajang untuk saling memaafkan dan menghapus kesalahan antarindividu. Ia menegaskan bahwa semangat tersebut perlu terus dijaga dalam kehidupan organisasi maupun praktik profesi sehari-hari.
Ia mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugas, advokat kerap berada dalam posisi berseberangan, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Namun, menurutnya, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi konflik pribadi.
“Kita harus ingat bahwa kita adalah profesi yang bebas dan mandiri, yang bertindak atas nama klien. Jadi, yang memiliki perkara adalah klien, bukan pribadi masing-masing,” katanya.
Otto juga menyoroti pentingnya menjaga sikap saling menghormati antaradvokat serta menjunjung tinggi hukum dan kebenaran, terutama di tengah maraknya berbagai kasus hukum yang terjadi belakangan ini. Ia berharap advokat dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung penegakan hukum di Indonesia.
Selain itu, Otto menyinggung kembali prinsip “single bar” dalam organisasi advokat. Ia mengatakan bahwa secara prinsip, sistem satu organisasi advokat merupakan hal yang berlaku secara umum, termasuk di Indonesia.
“Kalau prinsip dasar, di mana pun di dunia ini tidak ada organisasi advokat yang tidak single bar. Undang-undang kita juga menyatakan itu satu-satunya organisasi,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa dalam praktiknya masih terdapat ketidaksesuaian dengan ketentuan undang-undang yang berlaku. Hal tersebut, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Otto juga menyampaikan optimisme terhadap kapasitas Peradi yang saat ini memiliki puluhan ribu anggota serta perangkat organisasi yang lengkap, mulai dari komisi pengawas hingga dewan kehormatan.
Di akhir wawancara, Otto mengaku belum dapat memberikan tanggapan terkait isu gugatan yang disebut melibatkan purnawirawan TNI terhadap Presiden Joko Widodo, karena belum mengikuti perkembangan kasus tersebut secara detail.
“Saya belum melihat dan mengikuti kasus itu, jadi mohon maaf saya belum bisa menanggapi,” katanya.
Acara halal bihalal ini dihadiri oleh Yusril Ihza Mahendra (menko bidang hukum, HAM, imigrasi dan Pemasyarakatan RI ), jajaran pengurus dan anggota Peradi sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen profesi advokat dalam menegakkan hukum di Indonesia.Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) menggelar Halal Bihalal Tahun 1447 H / 2026 sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat soliditas advokat Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Novotel Jakarta Pulomas, Selasa (7/4), dengan dihadiri tokoh nasional, pejabat pemerintah, serta advokat dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengusung tema “Jalin Kekeluargaan dan Kesatuan Hati PERADI dalam Semangat Hari Kemenangan”, acara ini menjadi wadah penting dalam memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan komitmen advokat dalam menjaga integritas dan profesionalitas di bidang hukum.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra. Hadir pula Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, bersama jajaran pejabat kementerian serta tamu undangan VIP lainnya.
Ketua Panitia Halal Bihalal, R.A. Anitha D. J. Puspokusumo, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tokoh nasional dan seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan emosional serta memperkuat solidaritas antaradvokat di seluruh Indonesia.
Acara dilanjutkan dengan do’a bersama yang berlangsung khidmat, kemudian tausiyah oleh Komaruddin Hidayat yang menekankan pentingnya kembali kepada fitrah manusia, menjaga nilai kebenaran, kebaikan, serta memperkuat dimensi spiritual dalam kehidupan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPN PERADI, Otto Hasibuan, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini dihadiri advokat dari seluruh Indonesia, mulai dari Sulawesi, Sumatera hingga Medan, sebagai bukti kuatnya solidaritas dalam organisasi.
Ia menegaskan bahwa Idulfitri merupakan momentum untuk saling memaafkan dan menghalalkan segala kesalahan antar sesama.
“Hari ini kita melaksanakan Halal Bihalal, seluruh Indonesia hadir. Ini momentum kita untuk saling memaafkan, saling menghalalkan, dan memperkuat kebersamaan,” ujarnya.Lebih lanjut, Prof Otto menekankan pentingnya profesionalitas advokat dalam menjalankan tugas. Ia mengakui bahwa perbedaan pendapat dalam menangani perkara adalah hal yang tidak terhindarkan, baik di dalam maupun di luar persidangan.
Namun demikian, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi konflik pribadi antaradvokat.
“Kita boleh berbeda pendapat dalam suatu perkara, tetapi tidak boleh menjadi konflik pribadi. Kita harus tetap saling menghormati dan menjunjung tinggi etika profesi,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa advokat memiliki peran strategis dalam mewarnai penegakan hukum di Indonesia. Oleh karena itu, integritas dan profesionalitas harus terus dijaga agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat.
https://youtu.be/AM8IMVADEgI?si=J8ye3aOeCFThfaQQ https://youtu.be/VoTq25SNs6s?si=salpiE0DGgWT_HVW
Selain itu, ia menyinggung pentingnya menjaga kesatuan organisasi advokat. Menurutnya, di banyak negara, organisasi advokat bersifat single bar, sehingga persatuan menjadi hal yang mutlak dijaga.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PERADI juga menunjukkan kepedulian sosial melalui pemberian santunan kepada 50 anak yatim piatu. Santunan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Otto Hasibuan bersama Hendarsam Marantoko serta para tamu VIP lainnya. Suasana acara semakin hangat dengan penampilan paduan suara Harmon PERADI serta hiburan dari Fairuz Iyut yang menambah kebersamaan dan kekeluargaan.
Melalui kegiatan Halal Bihalal ini, PERADI berharap seluruh advokat Indonesia dapat terus menjaga persatuan, meningkatkan profesionalitas, serta berkontribusi dalam menciptakan sistem hukum yang adil, transparan, dan berintegritas.

Momentum Idulfitri diharapkan menjadi refleksi bersama untuk kembali kepada fitrah, memperkuat nilai moral dan spiritual, serta tetap berada di jalan kebenaran dalam menjalankan profesinya di tengah dinamika hukum nasional.https://youtu.be/AM8IMVADEgI?si=J8ye3aOeCFThfaQQ https://youtu.be/VoTq25SNs6s?si=salpiE0DGgWT_HVW












