Pemilik Pelangi Hotel Internasional, Donny Pur Dikukuhkan sebagai Professor of Practice Universiti Geomatika Malaysia

Berita28 Views

Pemilik Pelangi Hotel Internasional, Donny Pur Dikukuhkan sebagai Professor of Practice Universiti Geomatika Malaysia

 

 

 

Admin – Jawapers.Com

Jawapers.Com, Melaka – Pengusaha perhotelan nasional Donny Pur dikukuhkan sebagai Professor of Practice in Business Restructuring and Asset Management Universiti Geomatika Malaysia, Sabtu (3/10/2026), di Melaka, Malaysia.

Prosesi pengukuhan berlangsung di hadapan jajaran pimpinan dan akademisi Universiti Geomatika Malaysia.

Hadir dalam pengukuhan tersebut Prof.Datuk Sr Dr. Mazrin Rohizaq Che Rose, Prof. Datuk Seri Dr. Muhammad Nasir bin Saludin, Prof. Datuk Sr. Dr. Mohaizi Mohamad, Presiden Universiti Geomatika Malaysia, serta Toh Puan Datuk Wira (Dr.) Hajah Asmah binti Abd Rahman, Canselor Universiti Geomatika Malaysia.

Pengukuhan tersebut menjadi semakin istimewa karena dirangkai dengan 7th ICOSTELM 2026, konferensi internasional yang diselenggarakan Universiti Geomatika Malaysia bersama ASEAN Academic Association (ASEANACA) dan diikuti ratusan peserta dari sejumlah negara Asia Tenggara.

Presiden ASEANACA Prof. Dr. Tulus Suryanto menyampaikan apresiasi atas pengukuhan tersebut.

Beliau ungkapkan, “Kami sangat bangga dapat ikut menyaksikan secara langsung pengukuhan Donny Pur, salah satu pengusaha perhotelan nasional Indonesia, sebagai Professor of Practice Universiti Geomatika Malaysia,” ucapnya.

Lanjutnua, “Pengalaman panjangnya sebagai praktisi diharapkan dapat memberikan manfaat dan kontribusi bagi dunia pendidikan di Malaysia maupun Indonesia,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Prof.Darum Sr Dr Mazrin Rohizaq Che Rose selaku Vice Chancellor Universiti Geomatika Malaysia bahwa “professor of practice diharapkan membawa pengalaman nyata dari dunia profesional ke dunia akademik serta memperkuat kolaborasi internasional khususnya antara malaysia dan indonesia,” katanya disela-sela acara.

Prosesi turut disaksikan perwakilan 18 perguruan tinggi Indonesia, di antaranya Universitas Djuanda Bogor, Universitas Borobudur Jakarta dan Universitas Jenderal Achmad Yani Bandung.

Hadir pula dalam prosesi tersebut, yakni: Tan Sri Prof. Dr. Abdul Latiff Abu Bakar dari DMDI Malaysia dan TYT Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam, Yang di-Pertua Negeri Melaka, (Gubernur Melaka, Malaysia) beserta para tamu undangan VIP lainnya.

Donny Pur sendiri merupakan pemilik dan Presiden Direktur Pelangi Hotel Internasional (PHI Group), kelompok usaha yang agresif melakukan ekspansi.

Tercatat lebih dari 30 proyek serta belasan bisnis terafiliasi dengan PHI Group di berbagai wilayah Indonesia, terutama di sektor perhotelan, pariwisata, pengelolaan aset dan sektor usaha lainnya.

Di tengah aktivitas bisnisnya, Donny saat ini juga tengah menyelesaikan program doktor pada dua universitas ditanah air. Alumni fakultas hukum Universitas Jenderal Soedirman (unsoed) Purwokerto tersebut juga aktif sebagai dosen di STEBI Lampung.

Selain memimpin PHI Group, Donny juga merupakan Presiden INAMA (Indonesia–Malaysia) Hospitality Center, lembaga kolaborasi yang mempertemukan praktisi, akademisi, peneliti, investor dan pemangku kepentingan industri hospitality Indonesia–Malaysia.

INAMA diperkuat pengusaha perhotelan, profesor dan pakar hospitality dari berbagai universitas serta kelompok usaha kedua negara.

“Pengukuhan ini bukan akhir perjalanan akademik, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Pengalaman panjang di dunia usaha harus dapat ditransformasikan menjadi ilmu yang bermanfaat,” Donny.

Ia tambahkan, “Melalui kampus dan INAMA, saya ingin ikut membangun jembatan yang semakin kuat antara akademisi, praktisi dan industri hospitality Indonesia–Malaysia,” kata Donny.

Menurut Donny, kolaborasi kedua negara tidak semestinya berhenti pada seminar dan pertukaran akademik.

“Kami ingin menghasilkan sesuatu yang konkret, mulai dari riset terapan, pengembangan SDM, pertukaran pengetahuan hingga membuka peluang investasi dan kerja sama bisnis hospitality Indonesia dan Malaysia,” pungkasnya menutup.

Rangkaian 7th ICOSTELM 2026 lkemudian dilanjutkan dengan seminar dan diskusi panel yang mempertemukan akademisi, praktisi serta pemangku kepentingan dari berbagai negara Asia Tenggara. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *