JAKARTA || jawapers.com – Persoalan kepemimpinan, integritas, etika dalam menjalankan kekuasaan, serta tanggung jawab terhadap kepentingan publik menjadi bagian dari materi yang disampaikan
Dr. Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, S.H., M.H.
dalam kegiatan pembinaan karakter dan kepemimpinan (10/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Daniel membahas kepemimpinan dalam perspektif nilai-nilai Kristiani serta kaitannya dengan kehidupan sosial, politik, hukum dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Daniel, kompetensi merupakan salah satu unsur penting dalam kepemimpinan, tetapi bukan satu-satunya faktor. Seorang pemimpin, kata dia, juga perlu memiliki tanggung jawab, integritas dan kemampuan mempertanggungjawabkan keputusan yang diambil.
Ia menjelaskan, integritas antara lain dapat dilihat dari kesesuaian antara perkataan dan tindakan, termasuk ketika seseorang menjalankan tanggung jawab pada situasi yang tidak mendapatkan pengawasan langsung.
Daniel juga menyinggung mengenai etika dalam menjaga informasi yang diperoleh seseorang karena jabatan. Menurutnya, terdapat informasi tertentu yang memang memiliki kewajiban untuk dijaga sesuai dengan ketentuan dan tanggung jawab jabatan.
Dalam pemaparannya, Daniel menyampaikan sebuah ilustrasi mengenai seorang pejabat negara pada masa lalu yang memilih tidak mengungkapkan informasi tertentu terkait sebuah peristiwa politik karena mempertimbangkan sumpah dan tanggung jawab jabatannya.
Ia menggunakan contoh tersebut untuk menjelaskan bahwa seseorang yang memegang jabatan publik perlu memahami batas antara kepentingan pribadi, kepentingan kelompok dan tanggung jawab yang melekat pada jabatan.
Kepemimpinan Dibentuk Melalui Proses
Daniel juga menyampaikan bahwa kepemimpinan tidak terbentuk secara instan. Menurut dia, pengalaman, pendidikan, pekerjaan dan proses pelayanan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter seseorang sebelum mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar.
Ia kemudian menceritakan sebagian perjalanan pendidikan dan profesionalnya, termasuk pengalamannya ketika menjalankan kegiatan akademik, memberikan konsultasi hukum serta berinteraksi dengan masyarakat.
Menurut Daniel, pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai bidang, termasuk bantuan hukum dan kegiatan sosial lainnya.
Ia menilai, ketika seseorang memperoleh kesempatan untuk melayani masyarakat, kesempatan tersebut perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Politik dan Pengambilan Keputusan
Dalam pembahasan mengenai politik, Daniel menyoroti tantangan yang dapat dihadapi seorang pemimpin ketika berhadapan dengan berbagai kepentingan.
Ia mengatakan, seorang pemimpin perlu mampu membedakan antara keputusan yang dapat dikompromikan dalam proses politik dengan prinsip yang menurut keyakinannya harus tetap dipertahankan.
Daniel juga menjelaskan pentingnya dasar argumentasi dalam proses pengambilan keputusan, khususnya dalam konteks hukum.
Menurutnya, seorang hakim memiliki tanggung jawab untuk mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan hukum, termasuk asas, teori, doktrin dan berbagai sumber hukum yang relevan.
Ia menambahkan, suatu keputusan hukum dapat menjadi bagian dari perkembangan hukum dan dapat dikaji kembali apabila terdapat perkembangan atau perubahan konteks hukum dan masyarakat.
Pentingnya Mendengar Masyarakat
Dalam menjalankan kepemimpinan, Daniel juga menekankan pentingnya mendengar sebelum mengambil keputusan.
Menurut dia, pemimpin perlu mempertimbangkan berbagai informasi dan kepentingan masyarakat yang terdampak oleh sebuah kebijakan atau keputusan.
Ia menyebut, keberpihakan terhadap kepentingan publik dapat diwujudkan melalui tata kelola pemerintahan yang baik, penegakan keadilan dan pembangunan yang memberikan manfa’at bagi masyarakat.
Sementara dalam dunia usaha, menurut Daniel, kegiatan ekonomi diharapkan dapat memberikan manfa’at, membangun kepercayaan serta memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan.
Dua Dimensi Kepemimpinan
Dalam bagian lain pemaparannya, Daniel menjelaskan dua dimensi yang menurutnya berkaitan dengan kepemimpinan.
Pertama, dimensi spiritual yang berkaitan dengan pembentukan nilai moral, integritas dan tanggung jawab pribadi.
Kedua, dimensi kultural yang berkaitan dengan peran seseorang dalam kehidupan sosial, kemasyarakatan, profesi, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
Menurut Daniel, kedua dimensi tersebut dapat diwujudkan melalui profesionalisme dan kontribusi nyata dalam kehidupan masyarakat.
Relevan bagi Profesi Jurnalistik
Materi mengenai integritas dan tanggung jawab publik tersebut juga dinilai relevan dengan profesi jurnalistik karena wartawan dalam menjalankan tugasnya berhadapan dengan informasi, narasumber, kepentingan publik dan berbagai kepentingan lainnya.
Dalam konteks jurnalistik, wartawan memiliki kewajiban untuk menguji informasi, memberitakan secara berimbang, menghormati asas praduga tak bersalah serta tidak mencampurkan fakta dengan opini yang menghakimi.
Karena itu, pembahasan mengenai integritas dan tanggung jawab dinilai dapat menjadi bagian dari refleksi bagi para peserta, termasuk kalangan yang berkecimpung dalam bidang jurnalistik.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dengan peserta.***
****










