*Kunjungi Posko Karhutla Kalteng, Wakapolri Pastikan Kesiapan Polri Hadapi Bencana*

Polri76 Views

*Kunjungi Posko Karhutla Kalteng, Wakapolri Pastikan Kesiapan Polri Hadapi Bencana*

 

 

 

 

Admin – Jawapers com

 

Jawapers com, PALANGKA RAYA – Keseriusan Polri dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah ditunjukkan melalui pengerahan personel, sarana prasarana, teknologi, serta kehadiran langsung pimpinan Polri di tengah situasi bencana.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo turun langsung mengecek Posko Induk Penanganan Karhutla Polda Kalteng, Jumat (11/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wakapolri didampingi Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca P. Simanjuntak dan diterima Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan beserta jajaran.

Tidak hanya mengecek posko, Wakapolri memastikan langsung kesiapan personel dan peralatan yang digelar untuk menghadapi karhutla, termasuk mengecek Pamen dan Pati peserta didik pendidikan kepemimpinan Polri yang diterjunkan ke wilayah terdampak.

Sebanyak 59 Serdik, terdiri atas 40 Serdik Sespimmen, 12 Serdik Sespimti, dan 7 Serdik SPPK, dilibatkan dalam kegiatan di wilayah hukum Polda Kalteng.

Para Serdik tidak hanya mengikuti proses pembelajaran, tetapi turun ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan asistensi, serta memberikan saran dan masukan terhadap strategi penanganan karhutla. Langkah ini juga menjadi bagian dari pembelajaran kepemimpinan yang langsung bersentuhan dengan persoalan masyarakat.

“Saya mengecek langsung di posko induknya di Polda, kemudian mengecek langsung bagaimana kesiapannya juga, personelnya, sarana prasarananya,” ujar Komjen Dedi.

Wakapolri mengapresiasi pelibatan para Serdik tersebut dan berharap pengalaman di lapangan dapat menghasilkan pola penanganan yang semakin efektif dan efisien.

“Agar tahun-tahun berikutnya kebakaran hutan yang ada di Kalimantan Tengah bisa ditangani secara efektif, efisien, dan hasilnya bisa maksimal,” jelasnya.

354 Personel Satgas Pemburu Api

Selain Pamen dan Pati yang diterjunkan, Polda Kalteng juga mengerahkan 354 personel Satgas Pemburu Api dari berbagai satuan kerja.

Kekuatan tersebut terdiri atas 55 personel dari 11 subsatgas, 149 personel Samapta, dan 150 personel Brimob.

Kekuatan tersebut bergerak bersama TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat untuk melakukan patroli, pencegahan, pemadaman, pembasahan gambut, serta penanganan dampak karhutla.

Upaya tersebut menjadi penting karena kondisi karhutla tahun ini semakin berat akibat El Nino yang sangat kuat.

“Berdasarkan kondisi objektif ini, tadi Pak Kapolda menyampaikan memang karena di bulan Agustus-September ini kita sudah masuk El Nino yang sangat kuat. Tingkat kekeringannya juga sudah mendekati tingkat kekeringan ekstrem,” kata Komjen Dedi.

Menurutnya, batas aman muka air tanah gambut sekitar 40 sentimeter, sedangkan di Kalteng saat ini telah mencapai sekitar 120 sentimeter.

“Untuk kebakaran skala besar ini tidak bisa hanya water bombing, tidak bisa hanya satgas darat,” tegasnya.

9.440 Hektare Lebih Lahan Terbakar

Berdasarkan data Polda Kalteng per 10 September 2026, tercatat 109.158 hotspot, 2.909 firespot, dan 9.440,36 hektare lahan terbakar.

Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni 2.505 hektare, disusul Pulang Pisau 1.264 hektare dan Kotawaringin Barat 1.104 hektare. Tiga wilayah tersebut menyumbang sekitar 51,6 persen dari total luasan lahan terbakar.

Dari sisi firespot, Palangka Raya menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, yakni 592 titik, disusul Kotawaringin Timur sebanyak 566 titik.

Untuk memperkuat penanganan, Polda Kalteng telah membangun 220 sumur bor dan 104 embung air, serta membuat sekat kanal dan akses jalan menuju lokasi kebakaran.

Wakapolri menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh pihak.

“Usaha maksimal wajib dilaksanakan. Karena ini merupakan tanggung jawab bersama. Ada pemerintah daerah, ada Korem, kemudian ada Polda dengan jajarannya, kemudian teman-teman Manggala Agni yang bekerja sangat luar biasa,” ujarnya.

“Kehadiran langsung pimpinan Polri, pengerahan personel, serta dukungan sarana dan teknologi ini merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat terlindungi dan karhutla dapat segera ditangani,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *