Perempuan Kristen dalam Kancah Politik” di Jakarta,

“Perempuan Kristen dalam Kancah Politik” di Jakarta

Kaum Perempuan memiliki peran strategis dan kekuatan besar dalam membawa kemenangan di wilayah politik. Hal itu disampaikan Rumondang M. Sitompul, Ketua Umum Partai SETARA dalam Focus Group  diskusi (FGD) yang digelar Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) dan DPP Partai SETARA bertajuk “Perempuan Kristen dalam Kancah Politik” di Jakarta, Jumat (25/9).

Menurut Rumondang, kehadiran kaum perempuan dalam berbagai bidang, khususnya dunia politik mampu memberikan nuansa berbeda di tengah dominasi kaum pria di dunia politik.

Rumondang menyinggung sepak terjang sejumlah tokoh perempuan Israel di Alkitab, yang terlibat di garda depan melawan intimidasi dari bangsa-bangsa lain di sekitarnya.

Saat ini, Rumondang Sitompul menjadi sosok perempuan yang memimpin partai politik di Indonesia. Sosoknya memiliki rekam panjang sebagai seorang penginjil ke berbagai negara di dunia.

Kehadiran dalam kancah politik, katanya, merupakan pengalaman baru, yang selama ini tidak terpikirkan. Kalau seandainya memang masuk politik, lanjutnya, seharusnya sejak mahasiswa terjun di bidang politik.

“Tuhan punya agenda atas Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Sementara itu, Siesta Napitupulu, akademisi, menyampaikan kehadiran perempuan penting dalam politik. Selain itu, perempuan perlu membawa integritas dalam dunia politik di Indonesia.

Menurut dia, politisi yang munafik akan mengalami dilema ketika menyuarakan kepentingan rakyat banyak. “Bagaimana menyuarakan anti korupsi kalau dalam praktiknya melakukan korupsi,” ujarnya.

Dia juga menyoroti kaum perempuan, khususnya perempuan Kristen dalam politik, penting menyuarakan terjadinya dekadensi moral, misalnya, menolak aborsi atau homoseksual yang merusak generasi muda.

Yusuf Mujiono, Ketua Umum Pewarna Indonesia menyampaikan bahwa kaum perempuan memiliki potensi besar dalam bidang politik di Indonesia.

Menurut dia, jumlah pemilih perempuan sekira 50,08% dari total pemilih 204,9 juta pemilih pada Pemilu 2024. Persentase dan jumlah itu lebih tinggi dari pemilih kelompok pria sebanyak 49,92%.

FGD juga menghadirkan Tokoh Perempuan Papua Thelma Numberi yang menyorot bahwa perempuan harus berani masuk politik, bukan sekedar menjadi anggota atau pengurus tetapi harus berani memegang kepemimpinan. Thielma juga menegaskan bahwa politik memang tidak mudah, untuk itu butuh orang yang tangguh dan kuat ketika berani terjun politik.

FGD juga menghadirkan perempuan dengan latar belakang yang berbeda ada Cristy seorang Jurnalis, Magdalena Aktivis perempuan, Milya perempuan yang bergerak dibidang profesional. Dalam FGD sendiri diawali dengan pengatar diskusi oleh Doni Yosep Sekjen Partai Setara,sedangkan jalannya FGD dipandu Ferry yang juga seorang aktivis dan penggerak UMKM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *