Puisi cinta

Puisi cinta

Berita, Nasional70 Views

Mungkin suatu hari nanti kita akan bertemu kembali.

Bukan untuk mengulang cerita yang telah selesai,
bukan pula untuk mencari siapa yang salah.

Cukup saling tersenyum,
saling mendoakan,
lalu melanjutkan perjalanan masing-masing.

Sebab tidak semua orang datang untuk tinggal selamanya.
Ada yang hadir hanya untuk menjadi bagian dari cerita,
lalu meninggalkan pelajaran yang akan kita bawa sepanjang hidup.

Semoga ketika waktu itu tiba,
kita sudah sama-sama berdamai dengan masa lalu.
BELAJAR MELEPAS
Karya: supri- Kebumen

Jika mencinta harus dengan air mata setiap hari,
maka hari ini aku belajar melepas.
Bukan karena benci,
tapi karena aku ingin mencintai diriku sendiri dengan lebih benar.
“CINTA YANG RETAK TAPI TAK HANCUR

Cinta ini retak, bukan karena tak kuat,
tapi karena terlalu lama menahan luka yang tak terucap.
Kau tetap ku doakan dalam diam,
meski kita tahu, tak lagi bisa bersama dalam genggam.

Jika Tuhan masih mengizinkan,
biarlah retak ini menjadi jalan pulang,
bukan untuk kembali memiliki,
tapi untuk belajar merelakan dengan hati yang bersih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

ALL ADMOD; Arsya Ariyanti, Uekyi Uki, Rafael Arce, Aksarakakaka Pena Albiruni, Arrabella Flora, Jelajah BatinNews Tersanjung Indah
“`Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhπ‚π’π§π­πš & ππžπ¦π›πžπ›πšπ¬πšπ§
π‘ͺπ’Šπ’π’•π’‚ π’Šπ’•π’– π’Žπ’†π’Žπ’ƒπ’†π’ƒπ’‚π’”π’Œπ’‚π’…
𝑰𝒂 π’•π’Šπ’…π’‚π’Œ π’Žπ’†π’π’ˆπ’Šπ’Œπ’‚π’•…
π‘ͺπ’Šπ’π’•π’‚ π’Šπ’•π’– π’Œπ’‚π’π’ˆπ’†π’π’šπ’‚ 𝒑𝒂𝒅𝒂 π’Œπ’†π’”π’†π’•π’‚π’“π’‚π’‚π’…
π‘Ήπ’Šπ’π’…π’– 𝒑𝒂𝒅𝒂 π’Œπ’†π’Žπ’‚π’π’–π’”π’Šπ’‚π’‚π’…
π‘©π’†π’π’„π’Šπ’π’šπ’‚ 𝒑𝒂𝒅𝒂 π’Œπ’†π’‘π’†π’Žπ’Šπ’π’Šπ’Œπ’‚π’ π’‘π’“π’Šπ’‡π’‚π’•…

π‘ͺπ’Šπ’π’•π’‚ π’Šπ’•π’– π’Žπ’†π’Žπ’ƒπ’†π’ƒπ’‚π’”π’Œπ’‚π’…
π‘Ίπ’‚π’šπ’‚π’π’ˆπ’π’šπ’‚ 𝒑𝒂𝒅𝒂 π’Œπ’‚π’–π’Ž π’Žπ’Šπ’”π’Œπ’Šπ’..
π‘²π’‚π’”π’Šπ’‰π’π’šπ’‚ 𝒑𝒂𝒅𝒂 π’šπ’‚π’π’ˆ π’…π’Šπ’‘π’Šπ’π’ˆπ’ˆπ’Šπ’“π’Œπ’‚π’…
π‘΄π’‚π’“π’‚π’‰π’π’šπ’‚ 𝒑𝒂𝒅𝒂 π’‘π’†π’π’ˆπ’‰π’Šπ’”π’‚π’‘π’‚π’…

π‘ͺπ’Šπ’π’•π’‚ π’Šπ’•π’– π’Žπ’†π’Žπ’ƒπ’†π’ƒπ’‚π’”π’Œπ’‚π’…
π‘Ίπ’†π’•π’Šπ’‚π’π’šπ’‚ 𝒑𝒂𝒅𝒂 π’ˆπ’‚π’ˆπ’‚π’”π’‚π’…
π‘»π’†π’ˆπ’–π’‰π’π’šπ’‚ 𝒑𝒂𝒅𝒂 𝒕𝒖𝒋𝒖𝒂𝒏…
π‘΄π’–π’“π’Œπ’‚π’π’šπ’‚ 𝒑𝒂𝒅𝒂 π’‘π’†π’π’Šπ’π’…π’‚π’”π’‚π’…Hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan.

Ada jalan yang terjal, ada langkah yang harus dipaksakan meski hati ingin menyerah. Ada malam-malam panjang ketika air mata menjadi satu-satunya teman, sementara esok pagi kita tetap harus tersenyum seolah semuanya baik-baik saja.

Kadang, hidup meminta kita kehilangan sesuatu yang sangat kita cintai, hanya untuk mengajarkan bahwa tidak semua yang kita genggam ditakdirkan untuk tinggal.

Kita pun belajar bahwa perjuangan tidak selalu terlihat. Ada orang yang tampak baik-baik saja, padahal setiap harinya ia sedang berperang dengan pikirannya sendiri. Ada senyum yang menyembunyikan luka, ada diam yang menyimpan begitu banyak cerita, dan ada seseorang yang terus melangkah bukan karena ia kuat, tetapi karena ia tahu tidak ada pilihan selain bertahan.

Hidup memang tidak mudah.

Ada pengorbanan yang tidak pernah dihargai. Ada kebaikan yang tidak dibalas. Ada kesetiaan yang berakhir dengan perpisahan. Ada doa yang belum juga menemukan jawabannya.

Namun mungkin, justru dari sanalah kita ditempa.

Sebab tidak semua luka datang untuk menghancurkan. Sebagian datang untuk mendewasakan. Tidak semua kehilangan adalah akhir. Sebagian adalah cara Tuhan mengajarkan kita untuk melepaskan. Dan tidak semua air mata adalah tanda kelemahanβ€”kadang ia adalah bukti bahwa kita sudah berjuang sejauh yang kita mampu.

Jadi, jika hari ini hidup terasa begitu berat, jangan buru-buru menganggap dirimu gagal.

Mungkin kamu hanya sedang berada di bagian cerita yang belum selesai.

Tetaplah melangkah, meski perlahan. Tetaplah percaya, meski belum melihat jalan keluarnya. Sebab suatu hari nanti, ketika menoleh ke belakang, mungkin kamu akan menyadari:

Ternyata semua luka yang pernah membuatmu menangis, semua pengorbanan yang pernah membuatmu lelah, dan semua perjuangan yang hampir membuatmu menyerahβ€”diam-diam sedang membentukmu menjadi seseorang yang jauh lebih kuat.

Dan ketika akhirnya bahagia datang, semoga kamu tidak lupa:

Kamu sampai di sana bukan karena hidup selalu mudah, tetapi karena kamu memilih untuk tetap berjalan meski hidup0 berkali-kali membuatmu ingin berhenti.
Assalamualaikum 0warahmatulohi wabarakatuh.
Arunika berpendar di ufuk tinggi,
Membawa salam dari Sang Ilahi.
Bukan sekadar cahaya materi
Itulah rahmat abadi tiada terperi.

Tatkala Arsy agung bergetar syahdu
Para malaikat melantunkan rindu
Memohon ampunan di setiap waktu
Bagi sang kekasih, nabi yang satu.

Wahai jiwa yang memeluk iman
Sambutlah seruan dengan takzim asri
Ucapkan salam penuh penghormatan,
Agar bersinar lazuardi dalam diri.

Cinta terukir di alam niskala
Shalawat mengalir penyejuk jiwa.
Mendapat ridha dari Yang Esa,
Selamatlah kita di akhir masa.

SEDUH KOPI
Kita sepasang hamba dunia
Insan siapapun temu ramu
Terima takdir jalan bahagia
Apapun liku tamu jamu

Seduh pahit manis racikan menyatu
Esensi tugas peran laga tatap
Diri semesta gelap terang pintu
Urai masa waktu rasa hadap
Hidup asa cita suara restu

Kopi rupa macam warna
Olahan hitam putih selera
Proses tempat nilai sempurna
Ingat angan ingin bicara

Ngopi ramai sepi pilihan aduk
Gelora semangat jiwa hati tampil
Orang sulang pandang wadah teguk
Predikat baik buruk manfaat hasil
Interaksi aksi makna bentuk petunjuk
**DOSA KEJUJURAN**

Di negeri yang dibalut jubah kemuliaan,
Kejujuran berjalan tanpa perlindungan.
Mengetuk pintu nurani kekuasaan,
Namun disambut dengan seribu recehan.

Aku hanyalah suara di tengah badai,
Menyingkap tabir yang sengaja terburai.
Ungkapan kebenaran yang lama tersembunyi,
Namun mengapa dusta lebih dihargai?

Aku melihat para penjilat bermahkota pujian,
Menari di bawah payung kepalsuan.
Lidah mereka menjelma madu di hadapan,
Namun hati mereka menyimpan racun pengkhianatan.

Mereka menabur bunga di jalan sang raja,
Sembari menyembunyikan duri di balik kata.
Senyum mereka laksana cahaya purnama,
Namun di baliknya tersimpan gelap gulita.

Kelak, ketika tirai dunia tersingkap,
Dan segala rahasia tak lagi dapat menetap,
Kebenaran akan berdiri dengan gagah,
Sementara kebohongan kehilangan arah.

Jika kejujuran dianggap sebuah dosa,
Biarlah aku menjadi pendosa yang setia.
Sebab lebih baik terluka karena berkata,
Daripada hidup nyaman dalam dusta.

Dan bila suatu hari suaraku terhenti,
Mungkin aku telah kembali,
Biarlah puisiku menjadi saksi abadi:
Menjadi bekal yaumul hisap nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *