Bekasi Butuh Inovasi Pariwisata, Normalisasi Sungai, dan Pembenahan Manajemen Sampah

Bekasi Butuh Inovasi Pariwisata, Normalisasi Sungai, dan Pembenahan Manajemen Sampah

Berita59 Views

Bekasi Butuh Inovasi Pariwisata, Normalisasi Sungai, dan Pembenahan Manajemen Sampah

 

 

 

BEKASI  ,  Jawapers.com — Pembangunan Kota Bekasi membutuhkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pengembangan destinasi wisata, penanganan banjir, penghijauan, serta pembenahan sistem pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Dalam pembahasan pengembangan lingkungan dan fasilitas masyarakat, persoalan gotong royong juga menjadi perhatian. Ketika masyarakat setempat diharapkan ikut berkontribusi membangun fasilitas bersama, kepedulian warga perlu diperkuat agar pembangunan tidak hanya bergantung pada bantuan pihak luar.

Di sisi lain, pengembangan pariwisata dinilai perlu menjadi salah satu prioritas untuk memperluas pilihan rekreasi masyarakat. Gagasan Wali Kota Bekasi untuk menjadikan kawasan Kalimalang sebagai destinasi wisata mendapat dukungan karena dinilai berpotensi mengoptimalkan fungsi kawasan tersebut.

Bekasi juga memiliki potensi danau, waduk, serta kawasan perairan yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata apabila didukung perencanaan, inovasi, penataan lingkungan, dan pengelolaan profesional.

Persoalan banjir tidak dapat dilepaskan dari perubahan tata ruang dan berkurangnya daerah resapan air. Bertambahnya kawasan permukiman, meluasnya permukaan beton, serta berkurangnya pepohonan dapat menyebabkan air hujan lebih cepat mengalir ke saluran dan sungai.

Karena itu, normalisasi sungai dan saluran air dinilai perlu dilakukan secara terencana, disertai pembersihan sampah dan perbaikan sistem drainase. Langkah tersebut harus didukung pemulihan ruang terbuka hijau serta penambahan daerah resapan air di lingkungan permukiman.

Masyarakat juga dapat didorong menanam pohon dan menyediakan area tanah terbuka di halaman rumah agar air hujan memiliki kesempatan meresap ke dalam tanah.

Selain itu, pembangunan sumur resapan di lokasi yang sesuai kondisi tanah dan lingkungan dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi limpasan air hujan. Upaya tersebut perlu dilakukan bersama-sama antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat.

Persoalan berikutnya adalah manajemen sampah yang dinilai masih membutuhkan pembenahan dari hulu hingga hilir. Penambahan armada pengangkut sampah saja tidak cukup apabila pemilahan dan pengurangan sampah dari sumbernya belum berjalan optimal.

Pemerintah Kota Bekasi perlu memperkuat edukasi kepada masyarakat agar sampah organik, seperti sisa sayuran dan makanan, dipisahkan dari sampah anorganik, seperti plastik, kertas, dan material yang dapat didaur ulang.

Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan material yang masih bernilai ekonomis dapat disalurkan melalui bank sampah atau fasilitas daur ulang. Adapun sampah residu yang tidak dapat diolah kembali baru dibawa ke tempat pemrosesan akhir.

Pembinaan dapat dilakukan melalui RT dan RW, dengan dukungan petugas kebersihan, bank sampah, serta fasilitas pengolahan di tingkat lingkungan. Pemerintah juga perlu memastikan tersedianya tempat sampah yang memadai dan sistem pengangkutan yang teratur.

Dengan sistem tersebut, beban tempat pemrosesan akhir dapat dikurangi sehingga pengelolaan sampah tidak terus-menerus bergantung pada penambahan truk dan perluasan kapasitas pembuangan.

Pengembangan pariwisata, penanganan banjir, penghijauan, dan pengelolaan sampah pada dasarnya saling berkaitan. Kawasan wisata yang bersih membutuhkan sistem persampahan yang baik, sedangkan upaya mengurangi banjir memerlukan saluran yang berfungsi, sungai yang terawat, dan ruang resapan yang cukup.

Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi perlu memperkuat inovasi kebijakan sekaligus melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya. Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya proyek atau fasilitas yang dibangun, tetapi juga dari manfaatnya bagi warga dan keberlanjutan lingkungan.

( Wartawan/Supriyadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *