Dari Lampung Menuju Dunia, Bug Hunter Muda Indonesia yang Raih Pengakuan NASA dan Microsoft Diapresiasi AMRI dan Partai Rakyat Indonesia
LAMPUNG || – Semangat dan tekad anak muda Indonesia kembali membuktikan bahwa prestasi tidak mengenal batas wilayah. Hal itu tercermin dalam Talk Show bertajuk “Dari Lampung Menuju Dunia: Kisah Anak Muda Genius yang Menembus NASA dan Microsoft” yang digelar Angkatan Muda Rakyat Indonesia (AMRI) bersama Partai Rakyat Indonesia di Gedung Rumah Rakyat, Jakarta.
Acara tersebut menghadirkan narasumber utama, Rizky Muhammad Ivan, bug hunter muda asal Lampung yang berhasil memperoleh pengakuan dari sejumlah institusi nasional maupun internasional, termasuk NASA dan Microsoft, melalui temuannya di bidang keamanan siber (cyber security).
Dalam sesi diskusi, Rizky menceritakan bahwa keberhasilannya bukan diraih secara instan. Ia mengawali perjalanannya hanya dari rasa ingin tahu terhadap dunia teknologi saat masih duduk di bangku sekolah. Melalui proses belajar secara mandiri, bergabung dengan komunitas keamanan siber, serta terus mengasah kemampuan, ia akhirnya mampu menemukan berbagai celah keamanan pada sistem digital sejumlah institusi.
“Semua berawal dari rasa penasaran. Saya belajar sendiri, mencari referensi, bergabung dengan komunitas, lalu terus mencoba hingga akhirnya menemukan passion di bidang cyber security,” ujarnya.
Rizky menjelaskan, profesinya sebagai bug hunter berbeda dengan hacker yang bertujuan merusak sistem. Seorang bug hunter justru membantu meningkatkan keamanan dengan melaporkan celah yang ditemukan kepada pemilik sistem melalui mekanisme yang resmi dan bertanggung jawab.
Ia mengaku telah menerima puluhan apresiasi dari berbagai institusi. Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah ketika Microsoft memberikan pengakuan resmi atas temuannya. Selain itu, ia juga berhasil melaporkan kerentanan pada sistem NASA melalui platform pelaporan keamanan yang disediakan lembaga tersebut.
Meski demikian, Rizky menegaskan bahwa perjalanan sebagai bug hunter tidak selalu mulus. Banyak laporan yang ditolak atau dinyatakan tidak memenuhi kriteria. Namun hal itu tidak pernah membuatnya menyerah.
“Prinsip saya sederhana, laporkan dan lupakan. Terus belajar, terus mencoba, karena setiap orang punya rezekinya masing-masing,” katanya.
Ketua Umum (ketum) Angkatan Muda Rakyat Indonesia (AMRI), Dafon Arjunaidi, mengatakan Indonesia memiliki banyak talenta muda yang luar biasa. Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada kemampuan anak muda, melainkan tersedianya ruang untuk berkembang.
“Anak muda hanya membutuhkan dua hal, yaitu dipercaya dan didengar. Karena itu AMRI hadir memberikan ruang bagi anak-anak muda berprestasi agar mampu berkembang dan membawa nama Indonesia ke tingkat dunia,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Dafon mengumumkan bahwa AMRI akan mendukung Rizky Muhammad Ivan untuk mengikuti konferensi keamanan siber internasional di Jepang agar dapat memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring dengan para pakar dunia.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Rakyat Indonesia, Muhammad Nazaruddin, menilai keberhasilan Rizky menjadi bukti bahwa anak muda Indonesia memiliki kemampuan bersaing di tingkat global.
Menurutnya, kemajuan teknologi telah membuka kesempatan yang sama bagi seluruh generasi muda, tanpa memandang asal daerah maupun latar belakang ekonomi.
“Siapa pun anak Indonesia memiliki kesempatan mengubah masa depannya. Yang diperlukan adalah kemauan untuk terus belajar dan berprestasi. Kami ingin semakin banyak anak muda Indonesia mampu mengharumkan nama bangsa melalui inovasi dan teknologi,” tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmen Partai Rakyat Indonesia untuk terus membuka ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi di berbagai bidang, khususnya teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, serta inovasi yang mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Talk show berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang didominasi kalangan pelajar, mahasiswa, serta komunitas teknologi. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia bahwa mimpi besar dapat diwujudkan melalui kemauan belajar, kerja keras, dan keberanian mencoba.
Melalui kisah Rizky Muhammad Ivan, peserta diajak memahami bahwa prestasi tidak ditentukan oleh tempat seseorang dilahirkan ataupun fasilitas yang dimiliki, melainkan oleh tekad untuk terus berkembang dan memberikan manfa’at bagi bangsa.
“Rizki telah berkomitmen untuk mengabdi kepada anak-anak muda Indonesia melalui AMRI. Kami berharap ilmunya bisa menjadi inspirasi sekaligus bekal bagi lahirnya talenta-talenta baru yang mampu membawa nama Indonesia ke tingkat dunia,” tutup Dafan.
Di akhir acara, AMRI juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk bergabung melalui pendaftaran yang akan dibuka di setiap DPD dengan sistem pemindaian QR Code yang diumumkan melalui media sosial resmi organisasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun jaringan anak muda yang aktif, inovatif, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.







