Berita18 Views

🛑 DIDEMO RIBUAN WARGA, BUKAN KARENA GAGAL MEMIMPIN… TAPI KARENA MENOLAK JADI KADES 2 PERIODE!

 

 

 

Admin – Jawapers.com

 

Jawapers.com , Kali Sari, Kabupaten Malang  – Biasanya, seorang kepala desa berusaha keras agar kembali dipercaya memimpin.

Namun kisah Gaguk, Kepala Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, justru berbeda.

Pria kelahiran 1972 yang dikenal sebagai pengusaha atau bos tebu ini malah memilih tidak mencalonkan diri kembali untuk periode kedua.

Keputusan itu ternyata membuat ribuan warganya kecewa.

Warga bahkan turun melakukan aksi dan membawa spanduk berisi permohonan agar Gaguk bersedia kembali memimpin Desa Kaliasri.

Lantas, apa yang membuat warga begitu ingin mempertahankannya?

Berikut beberapa hal yang membuat sosok Gaguk begitu dicintai masyarakat:

Tidak mengambil gaji selama menjabat.
Selama periode pertamanya sebagai kepala desa, Gaguk disebut tidak pernah mengambil gaji bulanannya.

Gajinya dialihkan untuk kepentingan warga.
Dana tersebut digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk memberikan makanan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Tidak memanfaatkan tanah bengkok untuk kepentingan pribadi.
Lahan bengkok yang merupakan fasilitas jabatan kepala desa, dengan luas sekitar 12 hektare, disebut tidak digunakannya untuk kepentingan pribadi.

Mendorong pembangunan desa.
Di bawah kepemimpinannya, tata kelola serta pembangunan infrastruktur Desa Kaliasri dinilai mengalami perubahan yang signifikan.

Membawa perubahan yang dirasakan masyarakat.
Warga merasakan adanya kemajuan dan transparansi selama kepemimpinannya, sehingga suasana serta kehidupan di desa menjadi lebih baik.

Hingga akhirnya, keteguhan ribuan warga membuat hati Gaguk luluh.

Ia menyatakan bersedia kembali maju dalam pemilihan kepala desa demi memenuhi aspirasi masyarakat yang masih menginginkannya memimpin.

❤️ Dari kisah ini kita belajar:
Jabatan bisa dicari, tetapi kepercayaan masyarakat tidak bisa dibeli.

Ketika seorang pemimpin memilih mengutamakan kepentingan rakyat, bukan keuntungan pribadi, mungkin itulah alasan mengapa rakyat sendiri yang memintanya untuk kembali.

Menurut Anda, apakah pemimpin seperti ini masih banyak di Indonesia?

Kalau kisah ini menginspirasi, bagikan kepada orang lain. Siapa tahu, semakin banyak yang membaca, semakin banyak pula yang teringat bahwa menjadi pemimpin bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang pengabdian dan amanah.

#KisahInspiratif #KepalaDesa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed