BANTEN | – Perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan regulasi yang jelas serta program pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tanpa dukungan tersebut, pengusaha yang merintis usaha secara mandiri berisiko tertinggal dari pelaku usaha yang lebih menguasai teknologi informasi (IT).
Hal itu disampaikan Dr. Billy Adam, perwakilan DPC HIPpI Kota Cilegon, saat menanggapi penguatan UMKM dan pengusaha pribumi dalam momentum peringatan 50 tahun organisasi Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia.
Menurut Billy, kemampuan memanfaatkan teknologi digital kini menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan usaha. Karena itu, pemerintah perlu menghadirkan regulasi yang jelas, termasuk terkait perdagangan melalui toko daring (*online shop*), agar persaingan usaha berjalan lebih adil.
“Sekarang kita tidak boleh ketinggalan zaman. Teman-teman pengusaha pribumi harus benar-benar melek teknologi informasi. Kita harus bersatu dan saling memperkuat,” ujarnya.
Ia menilai, pengusaha yang membangun usahanya secara otodidak dari nol perlu mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang. Penguasaan teknologi digital, menurutnya, jangan sampai menjadi kesenjangan yang membuat sebagian pelaku usaha terus maju, sementara yang lain kesulitan meningkatkan skala bisnisnya.
Billy juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, organisasi pengusaha, dan pelaku usaha pribumi untuk menyelenggarakan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha saat ini.
“Ke depan, kita perlu bersinergi dan mengadakan pelatihan-pelatihan bagi teman-teman yang ingin berkembang di dunia usaha,” katanya.
**Angkat Ciri Khas UMKM Banten**
Billy menegaskan, UMKM di Banten perlu memiliki identitas produk yang kuat agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Potensi lokal, seperti kesenian debus, golok Ciomas, dan batik Banten, dapat dikembangkan menjadi produk unggulan yang memiliki nilai jual.
Menurutnya, kekhasan daerah harus diolah menjadi produk yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mampu menarik minat konsumen dan memperluas pasar melalui pemasaran digital.
Sebagai perwakilan DPC HIPpI Kota Cilegon, Billy mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap momentum peringatan 50 tahun organisasi dapat memperkuat sinergi antarpengusaha serta melahirkan program nyata bagi pengembangan UMKM.
Ia menyebutkan, penguatan jaringan, pelatihan, dan kerja sama antarpelaku usaha menjadi langkah penting agar pengusaha pribumi, khususnya di Banten, mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Sekretariat DPC HIPPI Kota Cilegon yang disebut Billy berada di wilayah Cibeber diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kolaborasi pengusaha di daerah.
Dengan dukungan regulasi, peningkatan keterampilan digital, dan pengembangan produk unggulan lokal, UMKM Banten diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Pewarta : Supriadi











